Astagfirullah, Operator Seluler Iran Berani Hina Sahabat Nabi
Zamrud News - Astagfirullah, Operator Seluler Iran Berani Menghina Sahabat Nabi. Kejadian yang satu ini benar-benar diluar perkiraan. Peristiwa ini terjadi di Iran, dimana salah seorang operator telepon seluler dengan jelas dia menghina sahabat Rasulullah SAW, Astagfurullah. Dan aksi ini pun menuai kecaman dari banyak kalangan, sungguh ironis.
Seperti yang dikutip dari Merdeka.com, Operator telepon seluler Iran Irancell meminta maaf kepada segenap umat Islam penganut Sunni lantaran menghina sahabat Nabi Muhammad, Umar bin al-Khattab.
Operator seluler kedua terbesar di Iran itu sebelumnya mengirimkan pertanyaan kuis yang isinya menghina kelompok Sunni, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (23/7).
Operator telepon itu menanyakan kepada para pelanggan layanannya: "Siapa yang telah diperdaya oleh Iblis di masa kepemimpinan Imam Ali (pemimpin Syiah pertama)?"
Dua jawaban pilihan yang disodorkan adalah : A. Sharih Qazi, pemimpin Sunni di Kota Kufah, di awal abad perkembangan Islam. B. Umar bin al-Khattab, khalifah kedua umat muslim.
Pada khotbah Jumat lalu, ulama di Kota Zahedan, Maulavi Abdulhamid Ismailzehi mengatakan Irancell telah menghina salah satu tokoh penting dalam Islam, seperti dikutip situs Iran Daily Breif.
Situs itu juga menyatakan jaksa di Zahedan telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Irancell.
Dalam pernyataan di situs itu, perusahaan operator itu menyatakan pertanyaan kuis itu sebagai ekspresi untuk menghormati keberagaman muslim dan semua agama.
Institut Kunci Emas, penyelenggara kompetisi itu juga menyatakan Umar bin-alKhattab sudah meninggal di masa kepemimpinan Ali jadi para peserta kuis sudah pasti tidak akan memilih jawaban itu.
Bagi penganut Sunni sosok Umar merupakan tokoh penting dan dihormati dalam sejarah Islam. Namun umat Syiah memandang Umar tidak memiliki legitimasi sebagai pemimpin umat Islam kala itu. Umat Syiah menilai sahabat nabi Abu Bakr dan Umar berkomplot untuk menyingkirkan Ali sebagai pengganti nabi. source


0 komentar:
Posting Komentar