Wah! Bawa Anak Mengemis di Istiqlal, Bisa Raup Untung Rp 100.000 per hari Lho
Zamrud News - Wah! Bawa Anak Mengemis di Istiqlal, Bisa Raup Untung Rp 100.000 per hari Lho. Orang Indonesia dikenal dengan sifat yang pemurah dan mudah tersentuh atas penderitaan orang lain. Menjadi pengemis pun kini merupakan sebuah profesi yang menghasilkan pendapatan yang menguntungkan. Kemiskinan dijadikan kedok untuk meminta-minta. Tak perlu capek-capek bekerja, cukup menadahkan tangan dan pasang muka memelas, rupiah pun mengalir ke kantong.
Apalagi di bulan Ramadan. Banyak umat Islam berlomba-lomba bersedekah dengan harapan pahala yang berlipat. Akibatnya, banyak pengemis musiman bermunculan di jalan-jalan, pusat keramaian, hingga di masjid-masjid.
Penelusuran merdeka.com, Rabu (17/7) di Masjid Istiqlal, Jakarta, banyak pengemis anak-anak yang didampingi orangtua mereka. Sebagian besar berasal dari luar ibu kota. Bahkan, mereka punya pekerjaan lain jika tidak di bulan Ramadan.
Seperti yang dituturkan Devi (35), pengumpul barang rongsokan yang mendadak jadi pengemis di bulan puasa. Ini dia lakukan demi mendapat rezeki secara instan.
"Suami saya sudah meninggal, jadi saya di sini cari (mengemis). Tadinya jual rongsokan tapi sekarang cari buat biaya makan dan sekolah tiga anak," kata Devi di Masjid Istiqlal.
Sebelum mengemis di kawasan Masjid Istiqlal, Devi sebelumnya mengaku mengemis di Masjid Agung Bekasi. Namun hasilnya dirasakan tidak cukup. Diajak rekannya, dia hijrah ke Masjid Istiqlal.
"Ada teman bilang ke Istiqlal saja. Di sini (Bekasi) cuma dapat Rp 30 ribu. Katanya di Istiqlal ramai," ujarnya.
Akhirnya bersama Zaki (7), anaknya yang masih SD, Devi nekat ke Istiqlal. Benar saja pendapatannya naik berlipat-lipat meski dia harus bolak-balik Bekasi-Jakarta dengan kereta.
"Sehari sih enggak tentu dapatnya, tapi bisa Rp 50 ribu sampai Rp 100.000. Yang penting mah ada uang buat pulang ke Bekasi," imbuhnya.
Saat mengemis, Devi memanfaatkan anaknya untuk berkeliaran meminta-minta kepada para jemaah. Sesekali dia meneriaki Zaki agar meminta kepada para jemaah yang berpakaian rapi dengan harapan mendapat uang lebih besar nilainya.
Berbeda dari Devi, pengemis lainnya, Atikah (40) membawa lebih banyak anak saat mengemis di Masjid Istiqlal. Dia berasal dari Citayam, Depok, Jawa Barat. Bukan hanya anak kandung saja, anak titipan tetangga juga dibawanya.
Selain itu, Atikah terbilang lebih kreatif dibanding Devi. Wanita yang mangkal tiap Ramadan sejak tahun 2003 ini, menyamarkan aksi mintanya dengan berjualan plastik. "Dulu saya minta-minta selama tiga tahun. Tapi sekarang anak-anak sudah besar, mereka malu," tuturnya.
Dari pantauan merdeka.com, memang banyak anak-anak kecil membawa plastik untuk dijual, namun mereka lebih sering menadahkan tangan dan meminta belas kasihan jemaah yang hendak atau selesai salat.
Dengan mengerahkan anak-anak lebih banyak, Atikah mengaku pendapatannya per hari minimal Rp 100.000. source


0 komentar:
Posting Komentar